May Day . . ! Nidji

Walaupun Nidji suka berbahasa Inggris untuk lagu2nya, tapi nggak ada memang yang berjudul May Day.
Nidji, nama ini kembali menggema, solidaritas, egaliter pada May Day kemarin. Kelihatannya arti nama Pelangi yang disandangnya benar2 ingin menghiasi dan meneduhkan carut marutnya dunia kerja di Indonesia.
Sambil olak-alik laporan Biro Pusat Statistik, kok jadi teringat ibu dosen yang cantik. BPS menulis tahun 2006 penduduk Indonesia 222,2 juta, dengan angkatan kerjanya 106,39 juta jiwa. Ah . . angka2 ini menyebalkan! Makin terbayang dosen cantik statistik . . tik . . tik. Apalagi kuliah jaman kuno, statistik benar2 momok yang bikin mumet, dimana psikologi masih dikatakan Ilmu Jiwa, hlah . . bisa terganggu jiwanya bener ini. Pada angka2 yang rumit inilah wajah muram Indonesia diperjuangkan Nidji. Maka sangat sulit mencari istilah ekonomi kuno yang terkenal itu, ‘disguised unemployment’, ya pengangguran tersembunyi! Kalau ‘pengangguran terbuka‘ sih BPS mencatat 10,9 juta jiwa, catatan mbah wiki 12,5 % (ingat, dari angkatan kerja). Padahal kemarin yang demo itu bukan dari pengangguran! Nah, kebayang nggak?! Kalau masih kebingungan, Nidji malah sudah meneriakkan hak2 dasar untuk dapat pekerjaan. Sepertinya perlu ber darah2 dulu untuk meningkatkan peringkat 133 Indonesia untuk pengangguran.
Eh bu, boleh nanya kek mahasiswa nakal tapi cerdas nggak? Itu ’satuan penelitian’ kok ditulis ‘jiwa’ ya? Yang terganggu ‘jiwa’nya nggak dihitung dong bu? Klo pakai ‘orang’ ato ‘manusia’ nggak lazim ya, ato memang kaitannya erat dengan Ilmu Jiwa atawa psikologi ibu itu! Lalu sebagai sebuah Band, Nidji ini apa? Tiba2 saya ingat seorang blogger ndeso, pekerja keras, tekun, berwawasan luas, egaliter dan solidaritas tinggi tanpa pamrih. Untuk Kriteria ‘ndeso’, maka blogger2 yang merasa ‘jancukarta’ dah kalah bersaing! Yang perlu dijelaskan pada ‘cak’ Ipul ini adalah minta bang haji rhoma irama, kok dikasih ‘giring’! Lha wong ya sama kritingnya ngono lho cak! Hlah . . pokoknya yang kelihatan May Day kemarin ‘giring’ bukan ‘bang haji’! Disisi lain lagu Pulang, Nidji, awalnya terdengar biasa saja, malah cenderung melankolis (menghiba) melemahkan ‘angkahan’. Pada tataran pemikiran Ipul inilah, lagu Pulang, Nidji serasa menemukan ‘jiwa’nya.
Sejauh ini memang hanya blogger semacam Ipul yang terang2an nulis diblognya, punya ide brilian “pulang”, membangun daerahnya. Dan logo bergambar kambing itu semakin menemukan maknanya yang dalam. Kalau saja para pekerja Indonesia punya jiwa begini, tahun depan Indonesia bisa lompat 100 peringkat, atau malah seperti Monaco, pengangguran 0 % !
Saatnya kita belajar, menikmati lagu melankolis yang justru untuk menguatkan tujuan hidup kita. Perhatikan Chord G# - A# - C , dan lagukan syair ‘pelangi . . jingga‘, ya itu penggalan lagu ‘Kebyar-kebyar’, alm. Gombloh!
Do = C
Intro: C
- - -Em - - -Am - G - F
di tepi kota ini
- - Em - - - - -Dm - G - F
ku merasa sangat sepi
- - -G - - - - C - - - Am - F
berdiri di atas karang
- - - G - - - - C
ku kenang wajahmu
berikan aku waktu
tuk berlabuh ke pelukmu
sadarkan semua niatmu
dan jangan tinggalkan aku
G# - - - - - - A#
jangan tinggalkan
C - - - - - -Am
aku ingin pulang
C - - - - - -Am
aku ingin pulang
- F
berikan doamu
-G - - - - C
agar aku pulang
aku ingin pulang
aku ingin pulang
berikan sayapmu
agar aku pulang
aku ingin cepat pulang
aku ingin cepat pulang
berikan sedikit waktumu
untuk tetap menunggu
tetap menunggu
aku ingin pulang
aku ingin pulang
berikan doamu
agar aku pulang
aku ingin pulang
ingin cepat pulang
berikan sayapmu
agar aku pulang
pulang
- - - - -C
baby you said your all that i need
- - - - -F
baby you said you make me complete
- - - - - - - -Am
just come back home
- - - - - - - -G - - -C
just come back home to me
- - - - - - - -Am
just come back home
- - - - - - - -G - - -C
just come back home to me
Filed under: genre | 39 Comments »







