Blogger Plus (musik)

Secara pengetahuan kita sudah sering mendengar, teori pengenalan musik dini kepada anak-anak, khususnya lagu klasik! Mungkin yang perlu dikritisi, kenapa harus musik klasik?

Maksudnya tentu bukan, kenapa bukan barok? Ini sih masih satu keluarga, lho? Ya lain kali saja kita bicarakan! Banyaknya stigma semacam ini kepada tiap aliran musik, membuat banyaknya kendala untuk memahami musik. Hasilnya dapat dilihat dari ekspresi dan apresiasi para blogger terhadap musik. Pembicaraan, diskusi musik dikalangan blogger selalu saja ramai.

Tanpa bermaksud menyinggung tulisan2 para blogger tentang musik, ujung-ujungnya pemahaman terhadap musik ya itu-itu saja. Walaupun anehnya, bahasan akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya dan tentu saja keramaian berikutnya, dan sekali lagi tentu saja pemahaman musik yang mandeg. Mangsudnya . . . . diskusi hanya meningkatkan kwantitas, bukan kwalitas. Yang berkembang dari Orkes Melayu, ke ndangdut, musik kaum marjinal, rege, cha cha, pop jadul, cengeng, progresip rok, punk, koplo, Koes Plus, Peterpan, Yes, Muse, Matta dst.

Begitu bicara kwalitas musik, biasanya yang menang sih, yang keras kepala dan emosional, subyektip! Padahal sih sebenar semua pihak pecinta musik apapun, sama-sama menang. Entah itu blogger yang ngaku-ngaku senang lagu Genesis dengan irama 32/64, aslinya sih ya teler juga, atau pecinta Ada Band dengan vokal Donny yang kalem, tenang, atau pecinta musik rancak jejingkrakan ala dangdut koplo! Jadi yang kalah sebenarnya adalah mereka yang menyalahkan musik itu sendiri, tanpa mampu menjelaskan salahnya dimana.

Tri Utami kemarin bisa menyalahkan peserta Indonesian Idol, karena jelas ditelinga nadanya melorot. Tetapi emaknya tito bisa juga menyukai nyanyian Fadly Padi, walaupun ditelinga jelas nada suaranya ‘mbliyut’. Karena itu sebaiknya sebelum para blogger membahas kwatitas musik, sepakati dulu kacamata apa yang digunakan. Ya, matra, dimensi musik demikian beragam, padahal dunia gambar baru marak masalah 3D.

Kesimpulannya, semua jenis musik selayaknya dan sepatutnya (fit & proper) dikenalkan sejak dini pada anak-anak. Klasik yang umumnya diatonis itu memang kaya akan formasi, harmoni, mayor, minor (mirip menor), variasinya, masih ditambah dengan nada dasar yang tujuh tambah lima itu ( pada tuts piano 7 putih dan 5 hitam). Namun pentatonik Jawa tidak kalah kayanya, ada pelog, slendro! Justru dengan lima nada itu akan mengisi lembar-lembar (layer) harmoni yang sebenarnya telah dimiliki setiap manusia.

Nah tunggu apa lagi, demikian banyak lembar harmoni pada musik dunia, dan anak yang baru lahir mempunyai lebih banyak lagi lembar-lembar harmoni yang masih kosong! Lembar-lembar diatonis tidak bisa diisi dengan pentatonis, dan ini sama sekali bukan masalah kapasitas memori, tetapi senses of music! Kelak lembar-lembar harmoni ini akan menterjemahkan musik yang didengar, dan kita bisa berbicara kwalitas musik lebih dalam.

Inilah mungkin yang membuat para blogger senior meng upload musik, hanya kasus lain setelah masa kecilnya full music, bloggerblogger junior ini lebih berminat ngomik dan nge-game. Tapi masih ada kok rekaman nyanyinya waktu kecil.

31 Responses

  1. Ponakan saya waktu masih di perut ibunya di dengerin Classic Music for baby, kok udah besar malah suka gambar yah? anak yg aneh….

  2. wah masih sepi …..

  3. Hatrix ah bes… sekali-sekali

    GOL !!!!!!

  4. @ gandhi: wah . . . di daftar komen malah gol 4 kali . . !
    gimanapun . . mudah2an denger musik sekarang ga bingung,
    ayo cepet posting lagu . . . apa aja, abis dari sini mesti
    berbobot . . . . lha wong wedi tak ilokna . . .😉

  5. Bes… mungkin Mamah Bapakku mbiyen ngerungokne musik klasik pas halim aku ya?😆

    soale aku kook dadine cuuuwerdaaaassss banget koyok saiki?😎

    *dihajar ebes*

  6. @atas ku

    tobat wi tobat…..

    @ebeSS

    posting opo bess? gak duwe lagu sing iso di posting. beSS besok minggu kalo sido aku kan arep kopdar, tuh anak ragil wedok pasti hadir, titip tak jewer no ta beSS?

  7. hihihi… *cuman ikud ngguyah ngguyuh*

  8. @ mitha : aku macane . . . “hihihi… *cuman ikud nguyah nguyuh*”
    hehehe . . .kok koyok wedhuse bangsari aeeeee

  9. lhaaa….padahal saya baru posting yg sok review2 gitu. iki nyindir ta?😀

    *ah ancene aku iki jare bojoku sering kementhus :p

  10. salam kenal ebess-nya tito. wah sekeluwarga pada ngeblog. ada paman ada ponakan, keluwarga cerdas😀

    waduuuh aku nggak ngerti musik. lbh seneng uro2..apalagi kalo ndengerinnya di kebon atawa sawah

  11. Ini blog khusus musik??
    Waaahh, bisa buat latihan vokal dong yaa😀

    Salam kenal juga…

  12. wah saya jd penasaran denger rekaman nyanyi waktu kecil itu??

    *ssstt . . . klo ribut, tar dia malu . . .lari lagi deeeee . .😉

  13. menjadi penikmat saja sih yang aman, apalagi ketemu pemusik macam dirimu… kalok mau sok2 ngritik malah (ketauan) salah😉

    —ebeSS: waaahhhh . . . lha sapa mahasiswa berani nyalahkan mbakDos . .😉 . . —

  14. kalo saya blogger plus (gemblung) tampaknya bes ….
    lantas pembelaan dirinya bukan lagi “ini salah makan”, tapi “ini salah rungon”

    – – – ga tau klo tau, ga tau klo ga tau, tau klo tau, tau klo ga tau😦 ebeSS- – –

  15. kata teman saya yg orang seni *katanya sih disebut seniman* (biar ga dibilang sok tau :P), semua hasil karya seni itu indah.
    tergantung siapa yg menikmatinya…
    jd mau itu jenis musik apa aja, tetap aja ada penggemarnya.
    uhmmm… soal musik utk anak2, kenapa Papa ku ga pernah ngerekam suaraku waktu aku nyanyi ya?😦
    padahalkan suaraku bagus… *katanya Tito*
    gimana… gimana… jd ngejagoin aku masuk Indonesian Idol?
    tp kamu harus ikut sms ya, To… pinjem HP bapak mu lg, gih!
    hihihihi…😛

  16. waktu tito kecil dulu, ebess muterin musik apa? campur sari ya?😀

  17. musik itu universal, semua kalangan pasti suka musik. hidup musik!😀

    lam kenal dari sayah😉

  18. saya benar-benar penikmat loh pak…
    gak bisa main musiknyaaa… kadang terbersit rasa iri kalau ngeliat orang yang jari-jarinya bisa dengan lincah bermain tuts piano… atau ke-elok-an pemain biola ketika menggesek dengan penuh penghayatan… huehehehe…

  19. @anak ragil wedhokku: bayimu keknya dengerin campursari campur
    es campur es teler . . .😉
    @diajeng venus: hlah . . kementhus itu yang sedang tak tumbuh kembangkan
    dikalangan para blogger . . .berani . . tambah pinter!
    @siberia : iya . . . kondisine wis koyok ngono . . ebeSS katut . .🙂
    @iko : heehhehe . . . latihan vokal klas kamar mandi . .🙂
    @juminten : di HP ku suaramu bagus lho . . kapan masuk dapur rekaman😛

  20. @komikus keren : dari James Last Band sampe Ludruk Kartolo Sawunggaling🙂
    @dimas : universalitas itulah yang perlu diluruskan para blogger . . sekarang kan masih ter kotak2 ngefan ini itu . . subyektif . .sempit ga maju2 . .🙂
    @ancilla: semua berawal dari mendengar . . trus lembar2 harmoni terisi . .trus tau kenapa suatu lagu itu bagus . . .mana interaksi yang bagus dari lembar2 harmoni . . mayor ke minor . . diatonis ke pentanonis . . .so beautiful . .:)

  21. saya golongan yang mana Bess?

  22. pak yang lagunya ada lirik begini saha yah?
    “…..kamu ketuaaaaaan…..”
    bapak punya albumnya? ^^

  23. tapi kan tetep butuh pemahaman tentang nada dan bakat musik bukan. hehehe…

    tapi itu kan menariknya kehidupan… ada yang pembuat, ada yang penikmat.

  24. bes, aku nunggu ebess posting sting…

  25. […] merana  Sepi. Padahal, di luar sana, pasti sudah banyak orang yang nggak tahan untuk SMS menyampaikan kabar kangen atau sekedar say Hi sama saya Mohon maafkan saya teman […]

  26. Apdet Bes…apDet…

    Sms aku neng nomor nyar wae… hape2 GSMku rusak…

  27. RASTA!!!HIDUP RASTA!!
    *halah*

  28. wah, keluarga seniman rupanya. bapaknya pemusik, anaknya pengomik. kalo gitu, bisa joinan jadi penata musik buat film kartun dong yak…🙂

  29. ketok e Mak ku biyen ngrungokne musik Andergron Bes,
    dadi anak e gak jelas ngeneki bentuk e😆

  30. menarik juga artikelnya boss…, dan emang bener tuh artikelnya…
    buktinya saya, ebes dan kakak saya juga pemusik…

  31. keponakan gua waktu msih dikandungan sampe uda brojol didengrin lagunya G3 perkembangan berfikirnya cepet tuh.
    Mungkin bapak2 Ibu2 bisa coba…!!!
    terutama kolabaorasi antara steve vai, joe satriani, dan john petrucci..
    hejejejjejejkekkee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: