Ayat-Ayat Benci (AAB)



Melihat gambar hasil repro video klip, Ahmad Dhani bersama ketiga anaknya, Al, El dan Dul, entah apakah gadis2 cantik, katakanlah si Bebex ataupun si Sarah, akan semakin lantang mengolokkan bahwa blog ini adalah infotainment? Setelah kemarin foto Ariel Peterpan dengan Aleya, lalu Bambang Trihatmodjo dengan Khirani, apakah foto kali ini tidak sama saja memancarkan ‘chemistry’ yang kuat antara bapak dengan anak(-anak)nya?

Ayat-Ayat Cinta (AAC) mengalun merdu hingga jauh ke relung hati. Seandainya tidak ada kebencian yang mengikuti setiap hidup manusia di dunia, itulah khayalan orang2 bijak. Presiden beserta rombongan menonton AAC ini baru jumat kemarin, memang seharusnya tidak ada kata terlambat untuk cinta, karena ‘kebencian’ selalu mengintai disetiap celah!

Dia akan tersesat memahami AAC bila tidak menyandingkannya dengan AAB (Ayat-Ayat Benci), memang gambar diatas menyiratkan chemistry cinta dengan kuat, tapi siapakah yang menghendaki kematian si wanita? Bila gambar diatas adalah Romeo and Juliet maka berarti kematian untuk keduanya!

Dengan demikian, wajar2 saja bila blogger muda ini menyusun AACnya yang membingungkan! Padahal bila dia sedikit saja mau mendengar kata2 emaknya, simbok, paman, pakdhe, atau bahkan ibu guru sekolah minggunya, dia akan sadar, betapa beruntungnya dia dalam urusan cinta!

Cinta membingungkan? Bagi si ndoro ini mungkin malah menyenangkan, tapi anda yang bertanya padanya akan semakin bingung, untuk apa dia mengaku usianya sepantaran silly, justru kepada papa silly? hanya orang2 beriman yang paham strategi cinta ‘lelananging jagad‘ ini.
Cinta sesungguhnya tidak membingungkan nak!

Poster Ayat-Ayat Cinta! Ini sinopsisnya!


Ayat-Ayat Cinta
Rossa

Do = C

Am – – – – – – – -E

desir pasir di padang tandus
A – – – – – – – -Dm

segersang pemikiran hati
E – – – – – – – -Am – – – – -F – – -E

terkisah ku di antara cinta yang rumit

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekadar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

reff:
-C – – – – – – – – -Am

maafkan bila ku tak sempurna
– Dm – – – – – – – – G

cinta ini tak mungkin ku cegah
E – – – – – – – – Am

ayat-ayat cinta bercerita
– F – -E – Am

cintaku padamu
bila bahagia mulai menyentuh
seakan ku bisa hidup lebih lama
namun harus ku tinggalkan cinta
ketika ku bersujud

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekedar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

repeat reff

ketika ku bersujud

Advertisements

“Luluh”, Samsons

Boleh jadi pemilihan judul lagu “Luluh” ini ikut menunjang kesuksesannya. Konon sastrawan paling pinter menemukan ‘kata bersayap’, ya kata yang mempunyai banyak arti. Paling tidak bagi pembaca, satu kata harus dibaca ber ulang2, dikaitkan dengan yang lain ditambah perenungan.

“Luluh” boleh jadi masih merupakan ‘kata bersayap’, artinya memiliki multi arti. Walaupun berbagai kamus dengan tegas menjelaskan bahwa ‘luluh’ artinya ‘hancur’. Hanya ketika membaca lebih lanjut, bahwa hancur lebur menjadi serbuk, sah2 saja membawa pikiran pada arti yang lain. Tapi tidak bagi Samsons yang dengan jelas menyanyikan . . Segenap hatiku luluh lantak . . . . Mengiringi dukaku yang kehilangan dirimu . . .


Walaupun masih batas pertanyaan, hati Bambang juga luluh lantak mengetahui Kirani, yang makin lucu dengan kuncir tegak rambutnya, harus tes DNA! Apakah foto ini tidak memperlihatkan demikian kuat ‘chemistry’ yang dibangun antara Bambang dan Kirani! Atau ‘chemistry’ sendiri adalah kata bersayap, berbagai kamus juga mengartikan sebagai ‘ilmu pisah’.

“Luluh” dari Samsons mengalun sendu ketika si hitam H9201FB membelah kota kecil jantung Jawa, awal long week end kemarin. Meskipun ke lima wanita di dalamnya terhanyut dalam angan masing2, mungkin hanya ’emak’ yang memahami ‘luluh’ dengan berbeda. Nia dan Priska mengalah duduk di belakang, mama Priska tak henti2 menghunjam tanya. ‘Aku kurang ngeh mak, laguku jenis Michael Buble‘. Tatapan untuk kali ke sekian sehari itu pada anak gadis benar2 telah ‘meluluhkan’ hatinya. Lalu, apalah arti tes DNA misalnya, bila ‘chemistry’ telah dibangun dari serbuk2 dua hati yang melebur?


Dua wanita, sesama pecandu teh, si emak diabet, si gadis mencegahnya dengan ‘black tea’! Ketika yang diabet justru minum teh manis, si gadis minum teh tawar, apakah ini perlu dipertentangkan? ‘Tidak apa2 mak, aku suka teh tawar ini, jangan pesan lagi teh manis untukku!‘ Sekali lagi menatap, hati semakin ‘luluh’. ‘Luluh’ . . . peleburan secara perlahan . . . Saat terindah saat bersamamu . . . Begitu lelapnya aku pun terbuai . . . . diiringi dentuman bas yang sendu menurun, 1 7 6# 6, 2 1# 1 7, inilah jantung hati keindahan lagu Samsons.

Luluh masih mengalun di H9201FB kemarin, menyusuri tikungan jalan putar Rawapening, namun si gadis telah pergi . . . 😦
Sungguh ku tak mampu tuk meredam kepedihan hatiku, untuk merelakan kepergianmu . . . . . ”



Luluh
(Samsons)

Do = C

– C – – – -Em – – – F# – – A – – – – – – – chord
– 1 – – – -7 – – – -6# – – 6 – – – – – – – bass
Saat terindah saat bersamamu
– -Dm – – – -A – – – F – – – -G – – – – chord
– -2 – – – – 1# – – -1 – – – -7 – – – – bass
Begitu lelapnya aku pun terbuai
Sebenarnya aku tlah berharap
Ku kan memiliki dirimu selamanya

– C – – – – C7 – – – – -F
Segenap hatiku luluh lantak
– – -Em – – – Dm – – – A# – – – -G
Mengiringi dukaku yang kehilangan dirimu
– – C – – – – – – C7
Sungguh ku tak mampu
– – – – F – – – Em – – – -Dm
Tuk meredam kepedihan hatiku
– – – A# – – – G – – – – G
Untuk merelakan kepergianmu

Ingin kuyakini cinta ta kan berakhir
Namun takdir menuliskan kita harus berakhir

Segenap hatiku luluh lantak
Mengiringi dukaku yang kehilangan dirimu
Sungguh ku tak mampu tuk meredam kepedihan hatiku
Untuk merelakan kepergianmu

Ohh…ohh…
Ku tak sanggup merelakanmu..
Ohh…ohh…ohh..
Segenap hatiku luluh lantak
Mengiringi dukaku yang kehilangan dirimu
Sungguh ku tak mampu
Tuk meredam kepedihan hatiku
untuk merelakan kepergianmu

Nada Dasar Kata “Cinta”



Kata yang merupakan bagian terkecil dari bahasa ini, seberapa mampu memaknai “cinta”? Semakin penasaran dengan pernyataan “absurd”!
Klo yang belajar komunikasi saja menjelaskan demikian, gimana orang awam ya? Kakak saya mencoba menggambarkan “cinta” dengan rumusan seorang
konsultan manajemen, Myron Rush, bahwa “cinta” itu terdiri dari :

1. bahasa . . . 7%
2. musik . . . .38%
3. perbuatan . .55%

Melihat Ariel Peterpan menggendong buah “cinta”nya, Aleya, menyanyi semalam, kali ini saya tidak berpendapat, ukuran2nya sudah ada,
paling tidak kita bisa berkaca, berapa kadar cinta . . . ?

Wedewewewewewew . . . cinta lagi . . . cinta lagi! Artinya di alam blogosphere yang bisanya cuman ndobos ini, kita sebenarnya hanya
bermain-main di aras 7% itu, bener2 ndobos pol ya sir! Untuk nambah musik, 32% lagi, terbatas benwit, samasekali tidak efektif!
Itupun yang nyanyi orang lain, main comot aja, ngaku2, dan berkhayal yang nyanyi kita untuk dia yang tercinta! Pada aras musik ini,
bila memang demikian, mau tidak mau, kita harus belajar musik untuk cinta kita itu!

Mencermati komposisi cinta diatas, mau tidak mau, saya juga teringat diajeng saya, blogger serba bisa yang akhirnya dijuluki “ratu kopdar” ini.
Bukankah filosofi ‘cinta’ bloggernya demikian tepat? Perbuatan, 55%, apa yang bisa dilakukan para blogger selain melalui ‘kopdar’?
Saya lebih suka menjulukinya ‘konsultan cinta blogger’, hanya sejauh ini saya kok belum dengar, berapa dia pasang tarip untuk sekali kopdar konsultasi.
Dan apakah ada tarip khusus untuk yang konsultasi cintanya sukses! Tahu ndak Git . . . !

Bila hanya dengan bahasa, mengingatkan pada sebuah cerita lama, bahwa Tuhan pernah menangis, melihat umatNya hanya bisa berkata-kata saja tentang cinta!
Gambaran, dan belajar untuk 7% + 32% cinta itu, lagu berbahasa Jawa dibawah bisa dipahami . . . 😛

Amung godhong, lah ta adhuh, Gusti nganti muwun. Dene ngupados woh ira, katemenan miwah tresna.
Nanging kang pinanggya, amung godhong, amung godhong.

kurang lebih artinya begini . . .

Hanya daun, itu saja aduh, Tuhan sampai menangis. Karena mencari buahmu, dengan kesungguhan dan kasih.
Tetapi yang dijumpai, hanya daun, hanya daun.

(lagu, chord bisa dilihat dan didengar di sini)

Ariel Peterpan, “Trance”!

Image Hosted by ImageShack.us

Musik “trance” masih terasa asing di telinga orang Indonesia, padahal bila mendengar ‘Ariel Peterpan’, langsung terbayang lagu2 yang menghanyutkan, entah itu sendu, romantis, rancak atau bahkan misteri! Terlebih bila kita mendengar suaranya pada lagu “Langit Tak Mendengar”, bagi penggemar musik Indonesia masih sulit mengupasnya secara tajam, setajam silet, halah!

Image Hosted by ImageShack.us

Ariel Peterpan! Fenomenal! Walaupun masih diragukan oleh banyak blogger perempuan dengan berbagai alasan, yang sebenarnya dilandasi asumsi yang keliru dan malu2. Adalah blogger bernama Venus yang secara makin nyata sedang mempersiapkan blogger lain bernama Tikabanget menjadi The Next Venus. Dua blogger perempuan ini secara jujur dan berani mengungkapkan selera mereka dalam menilai lawan jenisnya. Tentu saja pilihan mereka kepada Ariel Peterpan cukup mengejutkan dunia blogosphere! Ini mungkin bisa menjawab, mengapa blogger perempuan sekaliber Venus masih sulit dicari tandingannya. Bisa jadi kesalahan memahami budaya timur, sehingga perempuan lebih suka memendam rasa daripada ceplas-ceplos seperti Venus dan Tikabanget ituh..! Ya paling tidak bisa mengurangi jatuhnya korban lebih banyak lagi dengan di’blow up’nya konsep ‘lelananging jagad’ yang nyaris seolah menjadi opini publik blogosphere.

Image Hosted by ImageShack.us

Selain alasan diatas, tulisan ini sudah lama ingin saya posting, tetapi fasilitas blog masih terasa sangat menghambat untuk mengupas tuntas lagu “Langit Tak Mendengar” yang dinyanyikan dan ditulis oleh Ariel Peterpan ini. Penulisan notasi musik seperti biasa yang saya tempatkan di akhir setiap tulisan juga masih jauh dari harapan. Not dan suku kata masih sering meleset posisinya, juga kesulitan penotasian tinggi, sedang, rendah. Untuk lebih tajam juga diperlukan media yang bisa didengarkan, misalnya MP3, bila perlu bisa juga dilihat, misalnya MPG.
Adalah Paman Tyo dan Tito, blogger yang paham solmisasi, menjadi tempat bertanya dan penjajagan, anehnya blogger paman-keponakan ini lebih menyarankan untuk masuk saja dulu kedunia maya blogosphere ini. Akhirnya memang harus mengingkari pernyataan saya pada Siwi, bahwa saya paling banter main di MP saja yang bisa MP3 dan MPG, walaupun anak ragil wedhok ini di MP juga tidak upload MP3. Paling tidak, alasan2 di atas untuk menurunkan tulisan Ariel Peterpan, apakah masih menjadi pertanyaan bagi blogger perempuan imutz semacam Siwi? Biar waktu yang akan menjawab, karena bisa jadi Tikabangetpun mempersiapkan Siwi menjadi The Next Tikabanget . . . . 😛

Image Hosted by ImageShack.us

Seperti lagu2 ‘trance’ yang lain, lagu “Langit Tak Mendengar” yang ditulis dan dibawakan sendiri oleh Ariel Peterpan inipun ada pengulangan2 chord sepanjang lagu malah, G F C ! Tantangan menciptakan lagu ‘trance’ justru pada pengulangan2 harmonius itu sendiri, disinilah jiwa melodius Ariel Peterpan diuji. Coba ikuti solmisasi lagu ini, tidak hanya lincah, tetapi juga indah! Ariel mampu seolah mengubah urutan G F C menjadi harmonius penuh misteri! Awal belajar gitar, chord C F G adalah 3 jurus dasar! Karena itu olokan pada pemain gitar tataran ini adalah pendekar 3 jurus! Bagaimana Ariel hanya dengan membalik menjadi G F C saja, telah membuat harmonius menjadi misteri? Keterangan pada lagu di bawah sengaja saya tulis chord do = G, sementara lagu do = C ! Ya, artinya Ariel telah mampu mengungkapkan rasa melodiusnya pada harmoni2 dengan nada dasar yang berbeda! Bila pemula akan mudah tersesat dengan men-solmisasikan lagu ini menjadi 1 1 1 1 1 1 6# 6 5 4, maka kesalahannya bisa dibenarkan dengan chord yang lebih rumit C A# F. Itulah misteri kesulitannya bila lagu ini ingin ditulis dengan nada dasar do = C saja!
*) beda nada dasar lagu dan chord sebenarnya menjadi ciri khas lagu blues, maka hati2 bila mengaku pecinta lagu blues tetapi tidak paham beda nada dasar ini!
areil luna3sfbl3

Image Hosted by ImageShack.us


Langit Tak Mendengar
(Ariel Peterpan)

lagu do = C
chord do = G (baca posting diatas)

G – – – – – – – – F
5 5 – 5 5 – 5 5 – 4 3 21
jalan hidup telah memilih
C – – – – – – -G
3 3 3 -4 -4 3 -4 -5 27
menurunkan aku ke bumi
G – – – – – – – – F
5 5 -5 -5 -5 -5 – 4 -3 -21
hari berganti dan berganti
C – – – – – – G – – – – F – C – G
3 3 -34 – 4 – 3 4 5 2 7 1
aku diam tak memahami

mengapa hidup begitu sepi
apakah hidup spt ini
mengapa ku selalu sendiri
apakah hidupku tak berarti

Chorus:
F – – – – – – – – -C
4 4 -4 -4 3 – 2 1 -2 3 33
coba bertanya pada manusia
– – – – – – -G
2 -1 7 -1 2 -76
tak ada jawabnya
F – – – – – – – – -C
4 4 -4 -4 3 – 2 1 -2 -3 -3 -3
aku bertanya pada langit pula
– – – – – -C
2 -1 -7 – -1 -2 -7
langit tak mendengar

Image Hosted by ImageShack.us

Eyes On Me (Final Fantasy VIII)

Image Hosted by ImageShack.us

Melihat cover di atas, penggemar film akan kecewa bila ingin nonton, karena Final Fantasy VIII memang dibuat tidak untuk film. Terlebih bila kebetulan mendengarkan lagu “Eyes On Me” yang dibawakan oleh Faye Wong, semakin penasaran ingin tahu kehebatan Final Fantasy VIII. Apa sebenarnya yang terjadi dengan dunia film, apakah sudah demikian terkalahkan oleh dunia game?

Image Hosted by ImageShack.us

Melihat gambar potongan “game” diatas, dan pertanyaan yang tak terjawabkan tentang ceritanya, benar2 meyakinkan bahwa ada yang salah dengan dunia film. Justru sebenarnya dunia film berkembang dengan cepat, penggemarnya yang seperti sayalah yang ketinggalan mengikuti perkembangannya. Role playing game dengan nama Final Fantasy VIII telah dirilis tahun 1999, tahun berikutnya ketika tahu, yang sangat menarik malah lagunya, “Eyes On Me”. Seperti lagu2 theme song lainnya, “Eyes On Me” sangat kuat pada intonasi harmoni mayor minor, dengan bahasa awam “nada miring”.
Menyanyikan lagu ini, memahami syairnya, sebenarnya semakin kuat terbayang cerita Final Fantasy VIII yang tentu saja romantis.
Image Hosted by ImageShack.usHironobu Sakaguchi, eksekutif produser “permainan” ini ternyata tidak main2, terbukti dengan berani menunjuk Faye Wong menyanyikan lagu “Eyes On Me”. Faye Wong adalah penyanyi China, penulis lagu, aktris, dan model. dia adalah ikon populer di China, Taiwan, Hongkong, Singapore, Malaysia, Jepang dan di dunia barat. Aduuuh . . . Indonesia kemana ya . . . kok gak disebut oleh wikipedia, hlah paling tidak anda beruntung tahu Faye Wong disini. Bagaimanapun wikipedia telah berusaha menjelaskan Final Fantasy VIII kepada orang Indonesia, walaupun tetap saja sulit memahami alur ceritanya yang lintas ruang dan waktu itu. Adalah Rinoa Heartilly, si gadis penyihir jelata, yang cinta mati pada Squall Leonhart, yang meniti karier sebagai serdadu. Namanya juga game bukan film, kita terima saja penggunaan sihir itu dengan wajar, karena Rinoa diputuskan dalam rapat pleno FF VIII sebagai gadis yang harus tampil sederhana, senjatanyapun hanya sihir! “Eyes On Me” demikian romantis sebagai curahan isi hati Rinoa terlebih ketika menghadapi kenyataan, Squall, lelaki terkasihnya menderita amnesia akibat perselisihan yang sangat tidak perlu dengan teman sesama serdadunya. “Eyes On Me” juga tiba2 berirama waltZ, mengiringi Rinoa-Squall menari, sebagai terapi penyembuhan amnesia Squall.

Image Hosted by ImageShack.us

Ya, Rinoa, gadis yang cintanya mengalahkan ruang dan waktu dimana Squall berada! How can I let you know, I’m more than the dress and the voice, kelihatannya sebuah pernyataan dan pertanyaan yang bodoh, tapi bukankah Squall dalam kondisi amnesia?! Bila anda seorang gadis yang lagi renggang dengan kekasih, terbayangkah menggunakan asumsi romantisme Rinoa ini, menganggap “dia” dalam kondisi amnesia? Paling tidak bisa cerita pada anak cucu kelak, bahwa kisah cinta anda tidak kalah dengan Role playing game, Final Fantasy VIII yang fenomenal itu. Walaupun “resiko” selalu saja ada.
Image Hosted by ImageShack.usDunia game memang fenomenal, tidak hanya terhadap dunia film, tetapi juga kepada anak2 mbeling maniak game! Merekalah prototip konsumen game Sony PlayStation yang tidak akan memahami romantisme Eyes On Me! Si Adix, Chandra dengan mbeling langsung melompati kakaknya nge“game” di blognya, kuliahnyapun memilih bahasa agar lebih lancar memahami game yang banyak berbahasa Inggris dan Jepang itu. Ini mungkin alasan kenapa Siwi dan Nentris lebih menyukai Chandra daripada Tito yang dokter hewan dan komikus ituh! Urusan fenomenal, memang Tito biangnya, diawali membuat animasi dengan AdiXnya sebagai obyek! Pertanyaan yang masih membingungkan orang tuanya, apakah ketika memilih kuliah kedokteran hewan sudah bisa membedakan “animasi” dengan “animal” 😛


Eyes On Me
( Faye Wong untuk Final Fantasy VIII )

do = C
– -C – – – – – -Em
-5 1 2 – 3 – -5 -3
Whenever sang my songs
F – – – – – – – – – G
2 – 3 – -1 – -6 -1 -2
On the stage, on my own
– C – – – – – – Em
5 1 2 – -3 – 5 -7
Whenever said my words
F – – – – – – – – – -G
7 1 – – 6 – -5 – -6 -5
Wishing they would be heard
– Am – – – – – – Em
5 -1 – 1 – 7 6 – -6 -5
I saw you smiling at me
– – – F – – – – – – – C
3 – 5 -6 – -6 -5 – -4 -4 -3 3
Was it real or just my fantasy
– – -A# – – – – – – – – – – Am
3 – – 3 2 – -3 -4 – – 3 -2 – 2 -1
You’d always be there in the corner
– – – -Fm – – – – -G
6 -7 – -1 2 -3 – 5 -2
Of this tiny little bar

My last night here for you
Same old songs, just once more
My last night here with you?
Maybe yes, maybe no
I kind of liked it your way
How you shyly placed your eyes on me
Oh, did you ever know?
That I had mine on you

– – – – – – -F – – – – – G7
1 -3 – – 5 – 7 – -6 – 6
*Darling, so there you are
– – – – – – – C – – – – – A
6- – 7 – -1 – -6 -5 – -5
With that look on your face
– – – – – – Dm – – – G7
3 -4 -5 – – -5 4 – 4
As if you’re never hurt
– – – – – – C – – – C7
4 -5 -6 – – -6 5 – 5
As if you’re never down
– – – – – – – F – – – – G7
1- – -1 3 -5 – 7 – 6 – 6
Shall I be the one for you
– – – – – – – -Em – – – – A
6 – 6- -7 – 1 – 7 – 5 -7 – 6
Who pinches you softly but sure
– -F
5 – 5 – -4 -1 – – 4
If frown is shown then
-G – – – – – – – – – – – -Fm – C
1 2 – -3 – -3 – -2 – 1 – 7 -2 – 1
I will know that you are no dreamer

So let me come to you
Close as I wanted to be
Close enough for me
To feel your heart beating fast
And stay there as I whisper
How I loved your peaceful eyes on me
Did you ever know
That I had mine on you

Darling, so share with me
Your love if you have enough
You’re tears if you’re holding back
Or pain if that’s what it is
How can I let you know
I’m more than the dress and the voice
Just reach me out then
You will know that you’re not dreaming