PadaMu Kubersujud, Afgan

Satu lagu religi dari Afgan, PadaMu Ku Bersujud. Fenomena dalam fenomena, jazzy sendiri masih langka untuk menelikung lagu2 grup band, tapi Afgan melaju dengan menggenggamnya serta, dalam balutan lagu religi islami yang jazzy. Ide brilian yang tepat untuk penyanyi brilian yang langka. Maka klo semalem Afgan menang untuk berbagai katagori, jangan heran, lha wong yang nggak paham panitianya . . . kasihan yaaa 😉

Tikungan2 dalam lintasan jazzy hanya dikenal setelah mendengarkan oleh mereka yang akrab dengan musik jazzy. Harus begitu? Afgan telah membuktikannya! Ketika anak muda lain ribut dan sibuk memburu lagu2 Rio Febrian, Glenn Fredly, Marcell Siahaan, Tompi, dll. Afgan telah menjadi kolektor dan akrab dengan lagu2 jazzy John Legend. Di sinilah Afgan tidak pernah silau dengan nama besar, tampilan keren penyanyi top.

Untuk musik jazzy, Afgan menggunakan telinga, bukan matanya, Afgan telah bisa mendengar apa yang baik untuk dilantunkannya dengan talenta musik yang demikian jazzy.Memori musik manusia bagaikan folder khusus untuk musik, terserah kita mau diisi musik apa, selain musik juga bisa, tetapi pengantarnya harus musik. Ketika dahulu mendengarkan satu musik dengan tidak terlalu serius, maka pada saat lagu itu terdengar kembali setelah sekian tahun, yang terlintas adalah kenangan dahulu pada saat pertama kali lagu itu terdengar.

Afgan mengasah talentanya dengan efektif dan efisien, dia menjejali segala macam lagu untuk menyusun kamus musik yang lengkap dalam dalam folder memorinya. Sehingga ketika Afgan harus berbahasa, melantunkan lagu jazzy, improvisasi, Afgan tahu mana nada bahasa musik yang benar, indah dan harmonis. Improvisasi adalah aransemen lagu secara spontan, jelas tidak sembarangan. Mereka yang folder memori musiknya relatif kosong, jenis musik terbatas, tentu saja akan sulit berimprovisasi dengan merdu nan harmonis.

Bila lintasan dan titi nada adalah kehidupan, maka jangan heran para pembalap Formula 1 mengkritik penampilan liar Lewis Hamilton di sirkuit Monza, Itali, hujan kemarin. Ya . . harmoni mudah diucapkan, sedikit rumit dipikirkan dan . . . sangat mustahil dipahami oleh mereka yang mengangap musik sebagai media hura2 saja. Ketika di blogosphere saya menemukan Singers Unlimited, bukan main, serasa ingin ngeblog 1000 tahun lagi! Sayang memang, blogosphere demikian banyak me’ndobos’kan musik, tapi berapakah blog yang bisa menghadirkan musik? Lha wong tikabanget yang punya gelar baru, putri plurker di lintasan baru saja sambat koneksi sering lelet.

Manajemen melintas memang menjadi penting, adalah Valentino Rossi yang tidak menyukai lintasan basah Indianapolis, namun dengan harmonis dia bisa membawa diri di antara pesaing2nya. Emak menandai lintasan lagu dengan chord A pada nada dasar C terdengar manis harmonis, dan Afgan melakukan itu dengan manis pula. Lihat refrain lagunya “PadaMu Ku Bersujud” di bawah ini, Chord A dilintasi dengan melalui Dm Am E , tanpa harus pindah nada dasar seperti biasanya, inipun sudah manis! Semanis gadis yang diajaknya pada suatu kesempatan. Kita perlu belajar menangkap cantiknya keharmonisan itu sendiri, nada minor juga boleh, tapi jangan yang fals. Jagalah hati, selamat mempersiapkan diri menyambut Lebaran dengan sebaik-baiknya . . . 🙂


PadaMu Ku Bersujud, Afgan
Do = C ( sama dengan nada pada MP3/play & download )

Am
Ku menatap dalam kelam
– F – – – – – – – – C
tiada yang bisa kulihat
– Dm – – – – – – Am – – – E
selain hanya namaMu, ya Allah

Esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari segala fitnah

ref.
A – – – – – – – – -Dm
Kau tempatku meminta
G – – – – – – – -C
Kau beriku bahagia
– F
jadikan aku selamanya
– -E
hambaMu yang selalu bertaubat

– A – – – – – Dm
Ampuniku ya Allah
– – -G – – – – – – – C
yang sering melupakanMu
– F
saat Kau limpahkan karuniaMu
– E – – – – – – – – – A
dalam sunyi aku bersujud

Advertisements