“WIND OF CHANGE” Scorpions bubar?!?


Berita bubarnya Scorpions memang lebih tanggung dari pada bubarnya itu sendiri. Betapa tidak, group band ini nyaris tidak dikenal oleh para penggemar hardrock pada masa kebangkitan musik rock. Penggemar hardrock yang sangat setia saja yang akhirnya ber tanya2, kok musik Scorpions sangat mirip Deep Purple ya? Atau malah Nazareth!!!

Membosankan, itulah gambaran saat ini, bila musik dilihat dari perkembangannya terakhir. Dalam negeri masih berbenah, dmasiv masih memantapkan jenisnya, juga ST12, Viera, bahkan Peterpan belum menemukan nama pengganti. Akhirnya yang memang langka cari bahan posting, dan tulisan ini mungkin hanya sedikit menjelaskan peta musik hardrock.

Led Zeppelin 1973

Nazareth 1973
Kenyataannya memang Scorpions terbentuk tahun 1965, tapi single Still Loving You baru 1984 masuk album Love at First Sting. Deep Purple terbentuk di Hertford tahun 1968, tapi “Child in Time” yang fenomenal itu sudah melesat di tangga lagu2 dunia 1970! Masa yang besar melahirkan musisi besar, Led Zeppelin (1968), Black Sabbath (1968), atau tambah satu dari yang banyak lainnya adalah Nazareth (1968).

Aksi panggung rock masa itu dikuasai oleh Roger Daltrey (The Who), Jim Morrison (The Doors) dan tentu saja paling teatrikal Robert Anthony Plant (Led Zeppelin). Apalagi informasi demikian, nyaris seperti tidak penting untuk Indonesia. Malah mungkin kebingungan, lalu di mana aksi2 teatrikal Genesis, ELP, Yes, Pink Floyd, Queen dan lain2? Masih sulit membedakan aliran musik mereka? Tapi jelas kan mereka bukan hardrock?

Satu2nya kegagalan Scorpions mungkin hanya inovasinya, seperti Deep Purple dengan Ian Gillan yang vokalnya demikian ekspresif, impresif! Lirik lagu diungkapkan seperti benar2 perasaannya, mungkin bisa kita pelajari dari terpilihnya Ian Gillan mengisi vokal Andrew Lloyd Webber’s rock opera Jesus Christ Superstar. Sulit dipungkiri memang Deep Purple nyaris tidak menyisakan inovasi musik hardrock pada yang lain, apalagi untuk Scorpions. Pada lagu “WIND OF CHANGE” di bawah, bukannya Scorpions tanpa usaha, siulan Klaus Meine, sang vokalis mengawali lagu ini adalah terobosan yang jarang dilakukan musikus rock, apakah ini inovasi yang fenomenal, terserah kita mengapresiasi! Yang jelas lagu ini baru dirilis tahun 1990, karya Klaus Meine sendiri, di saat grup rock band lain sudah sulit untuk eksis, dan ternyata bersama Pink Floyd, mereka menyatakan sikap pada runtuhnya komunisme, yang ditandai perobohan tembok Berlin.
Benar2 hebat ternyata, Scorpions!!!!

Wiki menulis, On July 21, 1990 they joined many other guests for Roger Waters’ massive performance of The Wall in Berlin. Scorpions performed both versions of “In the Flesh” from The Wall.

Tentang notasi lagu ini? Mumpung do=C, kesempatan mengisi improvisasi chord antara, siapa tahu anda adalah inovator musik rock yang sudah sekian lama vakum . . . 😛

Continue reading