Ngayogjakarta, Genk Kobra

berbagi

Ngayogjakarta, sebuah lagu berbahasa Jawa dari Genk Kobra, anak2 muda yang sedang menuntut ilmu di Jogja. Di tengah gempuran band2 dan lagu2 keren macam Dewa, Peterpan sampai Afgan, tentu aksi semacam ini dapat digolongkan nekat. Tentu saja dari sisi positifnya kita justru salut! Saat ini berbahasa Jawa tidaklah gampang, apalagi untuk sebuah lagu.
adipati-lagi-menebar-racunfotoku-dgn-teman-teman-genk-kobranggaya-untuk-album-baru
Inilah kelebihan lain dibandingan lagu Yogyakarta-nya Katon Bagaskara, KLA Project. Jogja, tak pernah tuntas diulas. Cahandong hanyalah salah satu sisi Jogja, walaupun kita sudah cukup pusing menelusurinya. Demikian kompleksnya Jogja, sehingga kita hanya tahu sekelumit Genk Kobra dari Cahandong. Maka tak heran, tersandung lagu Ngayogyakarta ini, bisa ber bulan2 nggak ngeblog 😛 *alasan yang sangat bloggeristis* Maka terimakasih juga buat Genk Kobra, percayalah ini salah satu kekayaan Jogja. Kober2nya buat klipnya!
ngayogjakarta-genk-kobra041ngayogjakarta-genk-kobra05ngayogjakarta-genk-kobra06
Namanya juga posting ‘maksa’, lagu berbahasa Jawa ini tidak saya terjemahkan, silahkan tanya orang Jawa di sekitar anda, kan sudah tersebar di mana2. Sekalian ini untuk mengingatkan mereka akan ‘kejawaannya’. Namanya juga fenomenal, ternyata dalam lagu ini juga diselipkan bahasa ‘preman jawa jogja’, nah lho! Singkat saja, ha na ca ra ka = pa da ja ya nya , dha ta sa wa la = ma ga ba tha nga. Pokoknya ( benernya paling ga suka nulis kata ini ) dengan rumus basa walik’an ( bahasa terbalik ) itu akan ketemu Dhalad = mangan (makan), Sangi = bali (pulang), lan Nyothe = kowe (kamu). Berbeda dengan bahasa ‘preman jawa semarang’, ha na ca ra ka = nga tha ba ga ma , dha ta sa wa la = nya ya ja da pa. Maka klo di Semarang ada yang bilang denyom = wedhok (perempuan) , gomom = rokok , kahath = mangan (makan). Sekalian bahasa ‘preman jawa malang’ , pembalikan biasa, ngalup = pulang, isilup = pulisi, niwak = kawin. Makanya klo ketemu orang jawa jangan sembarangan, tanya dulu dia orang Jogja, Semarang atau Malang.
ngayogjakarta-genk-kobra081ngayogjakarta-genk-kobra161ngayogjakarta-genk-kobra201
Cahandong dan Genk Kobra adalah warna-warni Jogja, walaupun rumit ndakik2, cobalah kita pahami persamaan filosofinya ( hlaah ). Iki ra ndek2an, ini bukan hal sepele, coba pahami istilah trimaskenthir ini. Anda akan menemukan 3 dewa blogger yang demikian berpengaruh, tidak hanya untuk Cahandong, tapi ini hanya karena ke tiga blogger kampiun itu punya ikatan emosional yang dalam dengan kota Jogja. Maka mungkin kalau ada yang pengen jadi blogger hebat, kenalilah Jogja dengan baik dan mesra 😛 Tapi apakah anda yakin dapat menyamai mereka? berpikirlah 1000 kali!
pamangombalpsirmbilungpecasndahe
Genk Kobra lebih gila2an lagi, coba baca situsnya, mereka percaya bahwa tahun 2017 Ibukota Indonesia akan pindah ke Jogja! , busyet! Apa ini namanya kalau bukan filosofi yang dipegang teguh? Maka jangan heran melihat trimaskenthir demikian adem ayem melanglang buana!. Senin kemarin gantian antobilang yang wisuda, komunitas blogger sudah paham artinya, dan eksodus blogger Jogja ke Jancukarta akan terus berlanjut sampai menjelang 2017. *klo untuk tikabanget, ga usah buru2 la, kan bisa di Jogja aja, 2017 ga lama, klo pengen ke Jakarta tinggal ngeplurk*
0810c-0030vga10810c-00034r0712s-0008r
ya . . Jogja, Jogja . . ga ada matinya! Yang menghuni saja yang silih berganti. Kemaren sempat nyekar 10 tahun meninggalnya bapaknya paman di Utaralaya, langsung gudeg kaki lima depan pasar Demangan. Posting maksa banget ini juga karena adik saya terkasih, ibunya Tika! Selamat ulang tahun, semoga semakin bijak jadi ibunya anak2, juga istri paman. Biar tetap ga ada yang tahu ulang tahun kita bareng. Lho, lagunya belum dibahas, ya pokoknya Genk Kobra hebatlah, buktinya bisa menghadirkan suara khas gitar Brian May, Echoplex dengan 3 amp digital delay . . . makin hebat euy
vcd-cd-audio-genk-kobra

Ngayogjakarta , download MP3
dening Genk Kobra

do=G (pentatonik)
Witing kelapa jawata ing marcapada
salugune niki genk Kobra
pancen nyata kula saking Surakarta
jajah nagri Ngayogjakarta

Heh . .

do=C
C – – – – – Am – – – -Dm – – – – – – G
Ngayogjakarta kuthane aman berhati nyaman
C – – – – Am – – – – -Dm – – – – – – – C
Kota Seniman, Kota Pelajar, lan Kabudayan

Ref:
C
Malioboro trus ngidul kuwi kraton yogja

Kantor Pos Gedhe, ngarepe Senisono
– – – – – – Dm
Ning dhek biyen, saiki wis ora ana
– – – – – C
Benteng Velderburg mbiyen panggonane Landa

Nggolek Gudheg ning Widjilan mesthi ana
Ndelok Munyuk lan Gajah neng Gembira Loka
Arep santai neng laut, bablas kidul kana.
Parang tritis Parang Ndok, Parang Kusuma

Bantul, Praja Taman Sari, ben ra ucul, ya digondheli
Sleman Sembada, eman-eman marahi gela

Reff:
Tuku manuk ning Ngasem sor kulon Cemeti
Kaliurang nggon adem neng lereng Merapi
Cemilane jadah tempe bacem ngangeni
Gua Slarong Ngelingake perang jaman Kompeni

Gadjah Mada IAIN Kalijaga UII
Panggonane wong pinter sing padha setudi
Stasiun Tugu, Lempuyangan nggon kreta api
Numpak sepur saka kana tekan endi-endi

Gunung Kidul Handayani, Bacut ucul angel nggoleki
Kulonprogo Binangun, Karo kanca mbok ya sing rukun

Ngayogjakarta kuthane aman berhati nyaman
Kota Seniman, Kota Pelajar, lan Kabudayan

Reff:
Borobudhur, Prambanan kuwi candhi gedhe
Taman Sari pemandhian mung kari bekase
Tari Srimpi lan Gambyong sagamelane
Yen ditonton mesthi wae ya nyenengake

Dhaerah Yogja ana papat kabupatene
Gunung Kidul, Sleman, Bantul, Kulonprogo batese
Dalad, Sangi, lan Nyothe kuwi basa premane
Yen tak pikir aku mesti kekelen dewe

Sanga Papat, punjul enem,
Menawi lepat, nyuwun ngapunten
Sanga Papat, punjul enem,
Kula niki, lulusan Pakem

Sikil Gudhik, aja dikukur lan dithithil
Tangan reged aja nggo uthik-uthik upil
Sirah mumet lan ngelu padha ngombea pil
Dadi uwong sing pinter aja dadi pokil

Susuk wajan nggo nggoreng krupuk kuwi Suthil
Mbok ya anteng tangane aja padha nggrathil
Benik ucul dondomi ben ora prithil
Dadi uwong sing sugih aja dadi uthil.

Advertisements

PadaMu Kubersujud, Afgan

Satu lagu religi dari Afgan, PadaMu Ku Bersujud. Fenomena dalam fenomena, jazzy sendiri masih langka untuk menelikung lagu2 grup band, tapi Afgan melaju dengan menggenggamnya serta, dalam balutan lagu religi islami yang jazzy. Ide brilian yang tepat untuk penyanyi brilian yang langka. Maka klo semalem Afgan menang untuk berbagai katagori, jangan heran, lha wong yang nggak paham panitianya . . . kasihan yaaa 😉

Tikungan2 dalam lintasan jazzy hanya dikenal setelah mendengarkan oleh mereka yang akrab dengan musik jazzy. Harus begitu? Afgan telah membuktikannya! Ketika anak muda lain ribut dan sibuk memburu lagu2 Rio Febrian, Glenn Fredly, Marcell Siahaan, Tompi, dll. Afgan telah menjadi kolektor dan akrab dengan lagu2 jazzy John Legend. Di sinilah Afgan tidak pernah silau dengan nama besar, tampilan keren penyanyi top.

Untuk musik jazzy, Afgan menggunakan telinga, bukan matanya, Afgan telah bisa mendengar apa yang baik untuk dilantunkannya dengan talenta musik yang demikian jazzy.Memori musik manusia bagaikan folder khusus untuk musik, terserah kita mau diisi musik apa, selain musik juga bisa, tetapi pengantarnya harus musik. Ketika dahulu mendengarkan satu musik dengan tidak terlalu serius, maka pada saat lagu itu terdengar kembali setelah sekian tahun, yang terlintas adalah kenangan dahulu pada saat pertama kali lagu itu terdengar.

Afgan mengasah talentanya dengan efektif dan efisien, dia menjejali segala macam lagu untuk menyusun kamus musik yang lengkap dalam dalam folder memorinya. Sehingga ketika Afgan harus berbahasa, melantunkan lagu jazzy, improvisasi, Afgan tahu mana nada bahasa musik yang benar, indah dan harmonis. Improvisasi adalah aransemen lagu secara spontan, jelas tidak sembarangan. Mereka yang folder memori musiknya relatif kosong, jenis musik terbatas, tentu saja akan sulit berimprovisasi dengan merdu nan harmonis.

Bila lintasan dan titi nada adalah kehidupan, maka jangan heran para pembalap Formula 1 mengkritik penampilan liar Lewis Hamilton di sirkuit Monza, Itali, hujan kemarin. Ya . . harmoni mudah diucapkan, sedikit rumit dipikirkan dan . . . sangat mustahil dipahami oleh mereka yang mengangap musik sebagai media hura2 saja. Ketika di blogosphere saya menemukan Singers Unlimited, bukan main, serasa ingin ngeblog 1000 tahun lagi! Sayang memang, blogosphere demikian banyak me’ndobos’kan musik, tapi berapakah blog yang bisa menghadirkan musik? Lha wong tikabanget yang punya gelar baru, putri plurker di lintasan baru saja sambat koneksi sering lelet.

Manajemen melintas memang menjadi penting, adalah Valentino Rossi yang tidak menyukai lintasan basah Indianapolis, namun dengan harmonis dia bisa membawa diri di antara pesaing2nya. Emak menandai lintasan lagu dengan chord A pada nada dasar C terdengar manis harmonis, dan Afgan melakukan itu dengan manis pula. Lihat refrain lagunya “PadaMu Ku Bersujud” di bawah ini, Chord A dilintasi dengan melalui Dm Am E , tanpa harus pindah nada dasar seperti biasanya, inipun sudah manis! Semanis gadis yang diajaknya pada suatu kesempatan. Kita perlu belajar menangkap cantiknya keharmonisan itu sendiri, nada minor juga boleh, tapi jangan yang fals. Jagalah hati, selamat mempersiapkan diri menyambut Lebaran dengan sebaik-baiknya . . . 🙂


PadaMu Ku Bersujud, Afgan
Do = C ( sama dengan nada pada MP3/play & download )

Am
Ku menatap dalam kelam
– F – – – – – – – – C
tiada yang bisa kulihat
– Dm – – – – – – Am – – – E
selain hanya namaMu, ya Allah

Esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari segala fitnah

ref.
A – – – – – – – – -Dm
Kau tempatku meminta
G – – – – – – – -C
Kau beriku bahagia
– F
jadikan aku selamanya
– -E
hambaMu yang selalu bertaubat

– A – – – – – Dm
Ampuniku ya Allah
– – -G – – – – – – – C
yang sering melupakanMu
– F
saat Kau limpahkan karuniaMu
– E – – – – – – – – – A
dalam sunyi aku bersujud

Geby? Caramel Malang vs Makasar


Geby? Benar2 mistery dan membingungkan! Tidak hanya di blogosphere, justru diawali dari pengamen, Radio, kampus, Televisi bahkan novel. Padahal menggambarkan kepastian sosok Geby saja masih pada bingung, apakah itu sekedar judul lagu seperti pertanyaan artis teman saya, yang sangat peduli pada novel televisi? Atau penyanyi lagu misteri itu, dengan banyak judul seperti Geby, Gaby, Jauh Kau Pergi, Bintangku atau sekedar ‘Jauh’ seperti yang diakui Caramel Makasar?

Lho? Ada Caramel Makasar? Jangan kagetan, perjalanan kita masih jauh, sebenarnya! Ya ngapain cari bingung? Kenyataannya dunia musik Indonesia memang berkembang rumit seperti itu, lucu bin anehnya, para blogger demikian kurang memahami musik. Taunya musik ya yang seneng didengerin itu saja! Sekali lagi ini yang menambah runyamnya masalah!

Lagu Tinggal Kenangan, saya yakin itu judul yang benar, sebenarnya sederhana saja, hanya terdiri dari dua bait. Praktis bait kedua jadi refrain, tentu saja menjadi terkesan dipaksakan. Jadi apa bedanya bait pertama dan kedua? Dari sisi lagu pola chord nyaris tidak ada, munculnya chord Em (5 7 3) mengganti G (5 7 2) pada bait kedua adalah hal yang biasa, dan nyaris tidak ada bedanya. Berhubung ini pekat dengan warna mistery, biasanya memang menggunakan minor. Kesederhanaan lagu ini mempermudah dan mempercepat perkembangannya di Internet, jangan2 sengaja neeeee . . 😛

Dari kasus ini, mudah2an semangat para blogger mempelajari musik menemukan jalannya. Karena kasihan cucu mbarep saya yang blogger abis ini. “Mangkakna Le, ojok mek ngrungokna musik senenganmu thok ae ta lah!” Ale ini sebenarnya tokoh blogger Malang, seharusnya dia tahu kebenaran kasus ini. Tapi, lha wong simbok venusnya ke Malang, Ale ini ndak amper blas, apalagi soal musik. Jadi, blogosphere benar2 sudah keterlaluan, sampai2 ada yang bilang lagu ini aslinya lagu daerah Menado, nah lo . . . sapa mo dengerin lagu2 daerah se Indonesia?

Jadi Caramel mana, kalau tiap kota banyak Caramel Band? Caramel Malang personilnya :
* Anang sebagai gitaris, lho? bisa tanya langsung neeeeeee!
* Arief, Ega dan Putri sebagai vokalis
* Angga pada Bas,
* Didin pada Drum dan yang terakhir adalah
* Romie pada Keyboard.
Bandingkan dengan album mereka di bawah, Putri tetap pada vocal, seperti juga di acara empat mata, trans7, Selasa malam kemarin. Sampai di sini, sebaiknya blogosphere dibenahi, sebelum blogger jadi sakauw semua, serahkan saja pada Hukum.

Pada MP saya ada 3 lagu, yang tetap misteri di internet adalah lagu ke tiga :
Geby? Caramel Malang vs Makasar
for everyone
Jauh Kau Pergi (Tinggal Kenangan) Tinggal kenangan CARAMEL Download
Tinggal Kenangan (Accoustic) feat. Tohpati CARAMEL Download
Jauh kau pergi (Tinggal kenangan) Tinggal kenangan GEBY Download, tetap misteri . . 😉

*Tohpati? kekna ini yang asli deeee

Tinggal Kenangan, Caramel, Malang – Surabaya
Jenggo (Vocal), Anang (Gitar), Rozy (bass), Dhidien (Drum),
Putri (Additional Vocal, vocal utama pada lagu ini)
.

Do = C
C – – – -G -Am – – E – – F – – -C – – – -D – – – – – – G
Pernah ada rasa cinta antara kita, kini tinggal kenangan
– -C – – – – G – – – – Am – – – – -E
ingin kulupakan semua tentang dirimu,
– -F – – – -C – – – -Dm – – – -G – – – – – – C
namun tak lagi kan seperti dirimu oh bintangku

ref.
C – – – – – -Em – – – – -Am – – – E – – F – – C – – – D – – – – G
jauh kau pergi meninggalkan diriku, disini aku merindukan dirimu
C – – – – Em – – – Am – – – – -E
kini kucoba mencari penggantimu
– -F – – – – C – – – -Dm – – – G – – – – -C
namun tak lagi kan seperti dirimu oh kekasih

Pink Floyd? The Wall!


Mengapa harus The Wall? Kan banyak album Pink Floyd lain yang tidak kalah bagus dan fenomenalnya? Memang! Menelusuri Pink Floyd di alam maya, bisa2 bloggernya yang K.O. klo nggak O.K.! Walaupun sudah merasa terjebak dan nanggung, tetap saja menyelesaikan tulisan ini demikian sulit! Karena itu singkat saja, bukankah dunia maya milik umum, tiap blogger, tiap orang malah, bebas membacanya?

Syukurlah, di tengah penelusurannya, Pink Floyd ternyata demikian remeh temeh! Bahkan di tengah kegelisahannya. Hanya dengan membaca barbagai ulasan album The Wall, benar2 seperti ambil mata kuliah 4 sks. Album ini terdiri dari 2 X 13 lagu, tentu saja saling terkait karena berbentuk rock opera. Fenomenal? Jelas! Karena album ini tercipta karena hal yang sangat sepele awalnya. Jarak dengan penggemar, bukankah ini masalah biasa yang dialami anak band, juga di Indonesia?

Kenyataannya, jangankan mirip Pink Floyd, grup band Indonesia menghasilkan ‘rock opera’ saja, hingga saat ini masih merupakan impian di siang bolong! Akhirnya jalan pintas dan gampang yang seolah bijak ditempuh.Memenuhi dan memuaskan keinginan para fansnya sampai klimaks. Dan tinggallah penggemar musik Indonesia tetap dalam kebodohannya. Lho? Emang klo Pink Floyd, apa yang dilakukan mensikapi penggemar?

Mencintai penggemar, justru disikapi Pink Floyd dengan menciptakan The Wall. Memprihatinkan, bahwa ternyata penggemar musik berada di luar tembok! Mereka tidak memahami ‘sense of music’ Pink Floyd!
Ini benar2 tembok! Hingga saat ini kita masih kuat memahami musik Pink Floyd sebagai Psychedelic rock, art rock, progressive rock, space rock, grunge dan banyak lagi turunan musik hard rock lainnya. Justru Pink Floyd seakan bertanya, mengapa? Hanya biar berbeda dari Deep Purple, sang titisan Dewa Hard Rock? Apa nggak mungkin justru Pink Floyd adalah Dewa? Bukankah namanya gabungan dari dua dewa blues, Pink Anderson dan Floyd Council?

Di Indonesia juga ada pembicaraan semacam ini
Andi Julias membahas sisi musikalitas Pink Floyd. Ia melihat kualitas musisi Pink Floyd biasa saja. Pada zamannya, yang memiliki skill bermain di atas mereka juga ada. Kekuatan Pink Floyd justru terletak pada keliaran lirik dan keberanian melakukan eksperimen. “Kalau dilihat progressive chord-nya, mereka ini simpel. Apalagi setelah masuknya David Gilmour,” katanya.
Dilihat dari chord In the Flesh di bawah, C F C F C Dm Em G, cukup sederhana memang! Hanya kenapa pembicaraan harus sampai kualitas, yang tidak dipengaruhi biasa dan rumitnya chord?

Dalam kesuntukannya Pink Floyd pada album ini juga, justru mengadu pada Vera Lynn, dengan syair

Vera

Does anybody here remember Vera Lynn
Remember how she said that
We would meet again
Some sunny day

Vera! Vera!
What has become of you
Does anybody else in here
feel the way I do?

Music: Waters

Ya, kenapa Pink Floyd bisa memahami si Vera, penyanyi perang dunia II kebanggaannya itu, sedang kita demikian sulit memahami Pink Floyd? Dengan menyebut Psychedelic rock, art rock, progressive rock, space rock dan banyak lagi turunan musik hard rock lainnya, tanpa sadar kita membangun “Another Brick in the Wall” Kelihatannya kita tanpa memahami bata2, main asal susun saja.

Jadi teringat kata2 anak gadis emak, enjoykan saja! itulah maksud Pink Floyd, bukankah lebih mudah dan bijak menyebut rock Queen, rock Genesis, Rock Pink Floyd??!!



In The Flesh, 1979’s epic rock opera The Wall
( Pink Floyd )
The film, written by Waters and directed by Alan Parker, starred Boomtown Rats founder Bob Geldof

Do = C

C – – – – – – – – – – – – – – F
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
C – – – – – – – – – – – – – – F
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
C – – – – – – – – – – – – – – Dm
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Em – – – – – – – – – – – – – -G
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

C – – – – – – – – – – – – – – – F
So ya Thought ya Might like to Go to the show
C – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – F
To feel the warm thrill of confusion That space cadet glow
C
I got me some bad news for you sunshine,
Dm
Pink isn’t well he stayed back at the hotel
Em
And they’ve sent us along as a surrogate band
G
We’re gonna find out where you fans Really stand

Are there any queers in the theatre tonight Get ’em up against the wall
There’s one in the spotlight He don’t look right to me Get him up against the wall
That one looks Jewish, And that one’s a coon
Who let all this riffraff into the room
There’s one smoking a joint and Another with spots
If I had my way I’d have all of you shot

Music: Waters

Kemayunya Melayu, ST 12


ST 12 konon artinya Stasiun Timur No.12, ya itu alamat pada suatu nama jalan di Bandung. Minim dalam pemberitaan, tapi ST 12 tak dapat dikatakan tidak populer. Sepuluhan lagunya pada album perdana, Jalan Terbaik hingga ATSL (Aku Tak Sanggup Lagi) mempunyai pemerataan warna lagu. Strategi inilah yang menjadi ciri khas ST 12, di saat band2 lain hanya mempunyai satu, dua lagu andalan. Coba simak saja Andra & The Backbone mengandalkan Sempurna, Yovie & Nuno dengan Menjaga Hati, Nineball dengan Hingga Akhir Waktu, Drive dengan Bersama Bintang, Matta dengan Ketahuan, Merpati Band dengan Tak Selamanya Selingkuh itu Indah, Angkasa Band dengan Jangan Pernah Selingkuh, dan lainnya.

ST 12 mengkonsep albumnya ini sebagai easy listening, tidak berarti membuat lagu ini gampang dan gampangan. Peterpan, sesama band dari Bandung juga mempunyai strategi yang sama untuk menembus pasar. Tidak mengandalkan satu lagu, sebenarnya justru pekerjaan yang sulit, melihat sulitnya membuat satu lagu yang bagus, apalagi harus berkualitas merata begini.
Masih membingungkan strategi? Luna Maya malah sudah memutuskan menjadi model video klip ST 12. Makanya jangan gosip aja yang dipikir, jelas dulu itu Luna Maya membintangi klip Peterpan dengan analisis yang tajam bukan? Two thumbs up untuk analisis Luna Maya! Bila Peterpan mengusung karya2 Ariel yang sarat dan sangat berpengalaman dengan warna musik ‘trance’, maka ST 12 dengan jeli memanfaatkan ‘cengkok melayu’. Hah? Apa itu ‘cengkok melayu’?

Menjelaskan ‘cengkok’ melayu sebenarnya adalah hal mudah, karena cukup dengan solmisasi. Masalahnya justru muncul karena ‘cengkok’ adalah istilah khas dari timur. Kamus mengartikan sebagai crooked juga twisted, sama sekali bukan istilah musik. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2002) malah menambahkan artinya sebagai irama lagu, lah itu kan tempo dan ritme, musik modern memisahkannya dengan nada. Sementara istilah ‘cengkok’ sudah demikian populer, ini mengindikasikan ‘solmisasi’ sangat kurang tersosialisasikan.

Bagaimana di aras ‘akar rumput’? Lihat saja video ini, OM Sera yang terkenal di Jawa Timur, membawakan ‘Aku Masih Cinta’nya ST 12 dengan fasih di kota markasnya Gresik. Cengkok melayu telah membangun chemistry, apalagi pada lagu ‘Kepedihan Jiwa’ diawali dengan kata ‘sinaran’. Ini di Gresik, Jawa Timur, bagaimana dengan Banjarmasin, Kalimantan Selatan? Sama saja!

Bila di aras akar rumput ST 12 merambah tanpa masalah, bagaimana di blogosphere? Cukup memprihatinkan! Ketika redaksi KBBI membingungkan para blogger, maka yang terjadi adalah kebingungan dan debat kusir. Masih ditambah dengan memandang sebelah mata pada ‘solmisasi’, maka kelihatannya dunia blogosphere tinggal menunggu waktu munculnya blogger.jr.jr, seperti cucu2 jawatimuran ini. Mereka belajar musik sejak kecil, karena ibunya blogger musik yang ‘gendeng2an‘!
Jadi ingat adik2 paman waktu kecil, suka belajar ‘solmisasi’ di kamar mandi, jadilah yang antri mandi makin bete, karena buru2 masih dikasih bonus ‘solmisasi’! Macam2, mulai Garuda Pancasila sampai Halo2 Bandung, sol sol do do re re mi . . . 😛

Perhatikan cengkok melayu sederhana pada dua kata awal lagu ini, kau rinduku, notasi 7>1 -1 -7 7>1, solmisasi si>do do si si>do, ya cengkok sederhana itu pada si>do. Sebelum sampai pada cengkok melayu rumit ala Iyeth Bustami, sepertinya perlu dibaca dulu arti kata ‘slide’ pada buku The New Grove
Dictionary of Music and Musicians, 2002. Atau kasus malingsia biar terulang!



Aku Masih Sayang, ST 12

Pepep (drum), Iman Rush (guitar), Pepeng (guitar)
Charly Van Houtten (vokal)

Do = A

E A
7>1 -1 -7 7>1
kau rinduku
– – – – – – – – – C#m
jiwaku indah memanggil dirimu
– – – – – – – – – -D
mataku terbangun untuk menanti
– – – -A
menantimu

jangan pernah
kau ragukan cinta yang sesungguhnya
itu bisa menghancurkan semua
bukan begitu

-D – – – – – – – – -E
aku sungguh masih sayang padamu
– -C#m – – – – – – – – F#m
jangan sampai kau meninggalkan aku
– D – – – – – – – – E – – – – – – A
begitu sangat berharga dirimu bagiku

dan ku pastikan setia dihatimu
dan ku korbankan semuanya untukmu
sungguh kuberharap kaupun begitu padaku

F#m – – – – – – – – D – – – – – – – – – E – – – – A
coba engkau rasakan cinta yang begitukan mengesankan
F#m – – – – – – – – D – – – – – – – – -E
yakin pasti dapatkan kemesraan yang penuh bintang

Badai Pasti Berlalu, Eros Djarot?

Badai Pasti Berlalu dirilis ulang 30 tahun kemudian. Awalnya dilantunkan oleh Berlian Hutauruk, kemudian oleh Ari Lasso. Peristiwa ini justru merupakan ‘badai’ tersendiri bagi penciptanya. Bila anda penggemar musik, tentu dengan mudah menjawab bahwa penciptanya Eros Djarot. Namun bukankah dia hanya mencipta lagunya? Teguh Karya? dia hanya menyutradarai. Mungkin hanya sedikit penggemar Novel yang ingat, bahwa Marga Tjoa-lah penciptanya, itupun mungkin harus dieja Marga T yang lebih dikenal. Novel yang sempat dimuat di harian Kompas dari tanggal 5 Juni 1972 hingga 2 September 1972 ini, seperti novel2nya yang lain, juga membawa ‘badai’ bagi penciptanya. Bila novel ‘Karmila’ membawa ‘badai’ yang menghantarnya bertemu calon suami, ‘Badai Pasti Berlalu’ justru menghantar karyanya ini semakin cemerlang tak lekang oleh waktu!

Kemilaunya ‘Badai Pasti Berlalu’ telah mengundang demikian banyak para dewa, langsung kita comot aja yang paling fenomenal, Eros Djarot! Jangan dikira penanggung jawab tata musik film BPB ini petualang yang tiba2 beruntung kebagian film bagus. Mungkin malah kita sudah pada lupa bahwa pada masa itu ada sebuah kelompok yang sering disebut orang ‘gank pegangsaan’. Praktisnya langsung aja bandingkan tempat nongkrong ini dengan ‘bundaran hotel Indonesia’. Sebuah kahyangan yang tidak saja enak buat nongkrong, tetapi dari tempat nyaman semacam ini buah pikiran genius kreatif baru bisa tercetus. Kenyataan ini juga yang mencirikan bahwa sama seperti ‘bhi’, ‘gank pegangsaan’ juga demikian terbuka bagi siapapun yang berminat. Tetapi terlalu naif bila mengira Eros Djarot datang ke Pegangsaan itu segalanya jadi beres dan mengalir lancar. Jauh sebelum BDP Eros sudah sangat mengenal siapa2 ‘gank pegangsaan’. Eros mendirikan Barong’s band justru sudah bersama Gaury dan Debby Nasution dedengkot gank pegangsaan itu! Tataplah dengan cermat pemuda gondrong dengan kacamata hitam itu, 80an banget, terlalu tampan untuk seorang anak band. Terlebih dari itu, nalurinya yang tajam telah ada sebelum ‘gank pegangsaan’ itu sendiri!

Bukan Eros bila hanya berhenti perhatiannya pada vokal Chrisye ‘gank pegangsaan’, diapun menunjuk kepiawaiannya menyusun tembang2 khusus yang hebat untuk Berlian Hutauruk. Tak pelak ‘Badai Pasti Berlalu’ semakin bertaburan ‘berlian’ dengan suara seriosa yang khas. Sungguh pilihan vokal perempuan yang berani ini menjawab tuntas tantangan Teguh Karya. Pada album musik film inilah nama Berlian Hutauruk semakin berkilau. Walaupun album ini jelas2 karya E & C & Y, seperti salah satu judul lagunya, namun emak kurang memperhatikan kenyataan ini, mungkin hanya karena kurangnya waktu, karena kenyataannya ada alasan lain yang kuat sehingga memilih lagu ini untuk mengalun di hari pengantin. Mungkin akan lebih jelas bila mendengarkan album ini secara utuh, khususnya ‘Baju Pengantin’ yang dinyanyikan Chrisye.

Liburan kemarin, obrolan ringan dengan paman sempat menyinggung apa yang kita sebut pada masa tanggung dulu dengan ‘Tony Banks’nya Indonesia, tak bisa lain, dialah Yockie Suryoprayogo!
Di mana musisi hebat, tidak ke mana2 tetapi ada di mana2 itu? Semakin matang, dewasa dan dengan rendah hati menyapa blogosphere lewat MPnya. Sedemikian merendahnya sehingga Wikipun kesulitan menulis diskografinya yang memang rumit itu dengan cermat, kelihatannya masih terus bermimpi untuk apresiasi musisi legenda hidup satu ini. Saking merendahnya sampai2 mbak atiek, kawan saya yang sekarang di Belanda, sesama saksi hidup musik tahun 70an di kota Malang, baru sadar kalau Yockie ini ‘arek Malang’ juga. Band Jaguar yang sering berlatih di markasnya, kawasan ‘alun2 bunder’ nan teduh, di sanalah ternyata langkah awal sebuah perjalanan besar sang musisi. Disini kembali dapat kita resapi, sebuah intro meremas rasa, tidak sampai 10 bar, lompatan2 nada dasar itu kembali ke nada dasar semula, sungguh cantik!
Ketika tiap musisi meniti ‘badai’ demi badai, badai apa lagi yang menghempaskan perkawinan Yuni Shara, sehingga penyanyi idola saya yang juga arek Malang ini menggugat cerai suaminya? Ah Yun, orang bijak memang berkata, kebijakan terburuk adalah tidak mengambil kebijakan. Apalah arti hari pernikahan yang dicari mempelai dengan demikian rumit? Bukankah ada hari ikrar tripartit
( suami, istri dan Tuhan) yang lebih barmakna dan dalam secara filosofi? Emak selalu mengingat 11 Februari 1979 untuk ‘tiga menguak takdir’ itu!

Badai terus mengalun hingga 16 Mei dua tahun berikutnya, sesungguhnya album ini memang untuk sang pengantin, sesungguhnya pelaminan meninggalkan dan menyongsong badai berikutnya! Di suatu weekend yang sejuk kemarin, angin yang lembut mengiringi segarnya gemericik air hiasan kolam taman, dimanakah ‘badai’ itu? Badai Pasti Berlalu, walau angin sejuk sepi itu adalah badai kesendirian! Dimana cucu yang sipit2 mbeling itu . . . kalau saja langkah2 kaki kecilnya mengiringi tenteramnya Muntilan . . . tentu ‘badai’ kesendirian ini akan lebih terasa indah . . 😉



Badai Pasti Berlalu
Berlian Hutauruk 1977
Ari Lasso 2007

Do = C
Intro :
C – – – – D – – – – – G
do re mi mi re si do re . .

– – – – – – Do = A#
– – – A# – – – – – – D#
mi re re – – fa sol la si do do si

– – – – – Do = G
– -D#7 – – – – – – – G
la se – – sol sol re sol la sol

Do = C
C – – – – – – Em – – – – – – – – A#
awan hitam di hati yang sedang gelisah
F – – – – – – – – -C
daun-daun berguguran
– F – – – – – – – – – – -C
satu-satu jatuh ke pangkuan
– -F – – – – – Em – – F – – – – G
ku tenggelam sudah ke dalam dekapan
– Em – – – – – Am
semusim yang lalu
– F – – – – – Em
sebelum ku mencapai
– – D – – – – – – G
langkah ku yang jauh

reff:
C – -D – – – – – G
kini semua bukan milikku
C – – -D – – – – – -G
musim itu tlah berlalu
F – – – -E – – – – – -A
matahari segera berganti
– -F – – – – – – C – – -F – – – – – – -C
badai pasti berlalu.. badai pasti berlalu..
– -F – – – – – – C – – -F – E – – – – -A
badai pasti berlalu.. badai pasti berlalu..

bridge :
F – – – – -Em – – – -G – – – – – C
gelisah ku menanti tetes embun pagi
– – F – – – -Em – – – – -D – – – – – G
tak kuasa ku memandang datangmu matahari

back to : reff

Still Loving You, SCORPIONS

Binatang dengan sengat ujung ekor yang mematikan, Scorpions! Sengat jenis apa yang terkandung dalam Still Loving You, lagunya? Filosofinya? Scorpion adalah titisan dewa Rock setelah Deep Purple! Memperbincangkan Scorpions, seorang blogger bisa nulis seratusan postingan! Simak saja albumnya yang dimulai sejak tahun 1972 ini. Websitenya dengan format .xht . . . . hmmmm anggun amat! dan tiga belas album lainnya!

Lihat VCDnya, ‘Time, it needs time To win back your love again‘. Hlah . . bait pertama sudah menjawab pertanyaan film Indonesia “Ada Apa Dengan Cinta?” Kendala ruang dan waktu, adalah tantangan cinta abadi, pada dua dimensi ini, manusia nyaris seperti debu. Belum lagi ‘I will be there‘, cobalah cari syair lagu pop Indonesia yang segagah-berani ini? Ternyata cinta adalah pertempuran2, perang, ber darah2, mundur untuk maju kembali, serangan balik, pantang menyerah!

Ocehan para filsuf sempat terdengar, bahwa usia ‘pujaan hati yang tercinta’ semakin pendek! Lha kemarin seorang suami pengantin baru, main gampar aja pada istrinya, karena tidak ada darah perawan! Wedew, hei bung, klo cuman darah aja, pale lu gue gampar sini, pasti ada darah tu! Bisa2nya cinta primitif kramat tunggak begini masih hidup di masyarakat kita ya! Baru kemarin bilang ‘kaulah pujaan hati yang tercinta’. Anda punya kekasih? Berapa usia ikatan kasih itu sekarang? Barusan, setahun, lima tahun, seperempat abad? Yang cukup menggelikan adalah anak sekarang pake prosesi tembak menembak! Nggak sampe setahun apa nggak kehabisan peluru itu?! Jutaan pasangan kekasih di pelosok2 tidak ambil pusing dengan prosesi macem2, apalagi untuk sekedar mengucapkan ‘aku cinta padamu’! Mereka saling percaya dan terus berjuang untuk cinta sucinya hanya dengan memahami bahasa tubuh!

Ya, bahasa tubuhlah yang dicoba untuk diangkat oleh sepasang sahabat abadi Klaus Meine dan Rudolf Schenker menjadi sebuah lagu ini. Setelah memahami diri sendiri, cobalah memahami bahasa tubuh kekasihmu! Apakah anda merasakan ada alunan nada2 ‘Still Loving You’ padanya? Baris pertama lagu ini memang hanya chord Am, tapi jangan keburu bosan, Chord B selanjutnya adalah harmoni yang sulit dan langka pada nada dasar C! Sesulit apa sehingga kekasih tetap ingin mengisyaratkan ‘Still Loving You’, sama seperti awal dulu ketika jemari saling menuntun diatas keyboard??!! ‘By the mid-1960s Klaus Meine and Rudolf Schenker, both of whom were blessed with understanding parents’! Demikian tertulis di websitenya! Nyaris sebuah persahabatan yang abadi antar dua anak manusia, sejak tahun 60an itu hingga sekarang! Hah??!! Lihat saja kegiatan mereka!

Memangnya di bandara A Yani, Semarang mo beli tiket ke Ketapang, Pontianak? Bukannya pengen ke Tangerang, BSD, Blok A, Pondok Gede, Bogor, Pengalengan? Ah, whateperlah, still loving you mak? Hush, ayo bangun2 pak, nanti jadi bahan komik anak mbeling itu lagi! Hah? Jadi selama ini jadi bahan komik itu sebuah ketakutan? Bukannya baca komik itu dicari lucunya? Ah, sebuah pernikahan yang seperempat abad lebih beberapa tahun, 16 Mei mendatang, bukankah sudah selayaknya secara dewasa mampu mentertawai pernikahan itu sendiri? Si mbeling memang suka ngawur, nurun siapa ya? Ya cuma antara Emaknya atau ebeSSnya! Tapi bukan itu hikmahnya! Si mbeling belum pada taraf memahami, bahwa dibalik lelucon komiknya itu, ada hikmah yang lebih lucu! Memang seorang musikus muda, Ahmad Dhany pernah berkata, ‘kematian saja saya hadapi dengan senyuman, apalagi hanya perceraian’. Apakah anak muda ini takabur? Ah, itukan hal biasa, gagah malah!
Tua dan mati adalah keniscayaan! Anak muda merasa tahu tersenyum itu gampang, tapi orang tua ribuan kali mengalami harus tersenyum kecut
pada waktunya!
Huff . . jelas nggak sih? Gimana supaya anak mbelingpun paham ya? Hmm, jutaan kilometer perjalananmu nanti, tetap harus diawali
langkah pertama! Ayo . . . ayunkan langkah pertamamu, the show must go on, tunggu apa lagi 😛

Still Loving You, SCORPIONS
Music : Rudolf Schenker
Lyrics: Klaus Meine
Do = C
Am
Time, it needs time To win back your love again.
– – – – – B – – – – – – – -E
I will be there, I will be there.
Am
Love, only love Can bring back your love someday.
– – – – – B – – – – – – – -E
I will be there, I will be there.

INTERLUDE : Am B7

Fight, babe, I’ll fight To win back your love again.
I will be there, I will be there.

Love, only love Can break down the walls someday.
I will be there, I will be there.

CHORUS : Am
– – – – F – – – C – – – – – – – – – -E – – – Am
If we’d go again All the way from the start.
– – – – F – – – – – – C – – – – – – – – – – -E – – – Am
I would try to change Things that killed our love.
– – – – – – – -Dm – – – – – – – E
Your pride has build a wall, so strong
– – – – – – – – – Am – – – – – – – F
That I can’t get through. Is there really no chance
– – E – – – – – – – – – – – – – Am
To start once again? I’m loving you.

Try, baby try To trust in my love again.
I will be there, I will be there.
Love, only love Just shouldn’t be thrown away.
I will be there, I will be there.

CHORUS :
If we’d go again All the way from the start.
I would try to change Things that killed our love.
Yes I’ve hurt your pride, and I know
What you’ve been through. You should give me a chance
This can’t be the end.
– – – – – – – – -Am – F C E
I’m still loving you.
– – – – – – – – -Am – F C E
I’m still loving you,
– – – – – – – – -Am – F C
I’m still loving you,
– – – – – – E
I need your love.
– – – – – – – – -Am – F C
I’m still loving you.
– – – – – – -G – – – – – – Am
Still loving you, baby…