
Setelah melalui serangkaian tayangan yang dramatis, akankah logo itu akan menjadi seperti ini?


seperti tulisan2 saya yang kemarin, mungkin hanya Ariel, musisi endonesah yang siap menyongsong showbiz dalam arti yang sesungguhnya.

Ariel telah menemukan Brand Musik Ariel, di tengah keraguan berkepanjangan musisi menentukan jenis musik. Sudah lama saya menyebutnya dengan musik ‘trance‘, tanpa sanggahan! sah2 saja mau disebut musik Luna Maya? Hah, bukankah musik Ariel sangat dipengaruhi oleh Luna Maya?

Ariel sudah sampai pada filosofinya “Tak Ada Yang Abadi” . . . sementara pengekornya masih berjuang untuk eksis. Nikmati saja lagu ini . . . dan lihatlah Luna Maya . . . dan Feather Band . . . sebelum mereka meninggalkan kita semakin jauh . . . dalam kehampaan!


Tak Ada Yang Abadi
oleh: Peterpan
Do = C
Am – - – -G – C -Am – - – -G – -F – G
Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu
– F – - G – - -Am – - – - – G
Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Am – - – G – - – - – - F – G
Atau cinta yang telah hilang
Am – - – G – - F
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi…
Do = F
Dm – - – - A# – - – Dm – - – - – A#
Ho….Biarkan aku bernafas sejenak
– - Dm – - A
Sebelum hilang….
Do = C
Ref :
Tak ‘kan selamanya
tanganku mendekapmu
Tak ‘kan selamanya
Raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti…
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi…

Filed under: genre | 25 Comments »




